Asal-usul Bahasa Indonesia

Bahasa merupakan sistem perlambangan manusia baik lisan maupun tertulis untuk berkomunikasi satu dengan lainnya. Para ahli mengemukakan bahwa hampir semua wilayah di Indonesia terdiri dari rumpun bahasa Austronesia. Meskipun di Indonesia bagian Timur mengucapkan menggunakan  bahasa Papua yang berpusat di Nugini.

Secara harfiah, kata Austronesia berarti kepulauan selatan. Bahasa Austronesia sendiri saat ini diperkirakan berjumlah sekitar 1262 bahasa. Di Indonesia sendiri terdapat 190 juta bahasa yang dituturkan (digunakan untuk percakapan/ diucapkan sehari-hari).

Rumpun bahasa Austronesia merupakan rumpun bahasa yang sangat luas persebarannya di dunia. Rumpun Bahasa Austronesia digunakan di daerah Asia Tenggara, Oseania, Madagaskar, Taiwan, Suriname. Rincian wilayah persebaran bahasa Austronesia meliputi daerah Taiwan dan Hawaii (di utara) sampai Selandia Baru (di selatan) dan dari Madagaskar (di barat) sampai Pulau Paskah (Rapanui) di Timur. Hal ini dikuatkan dengan teori Arkeolog Harry Truman Simanjuntak, bahwa bahasa Melayu dan ratusan bahasa daerah lainnya di nusantara sebenarnya berakar dari bahasa Austronesia yang mulai muncul sekitar 6.000-10.000 tahun lalu.
Penyebaran penutur bahasa Austronesia, merupakan fenomena besar dalam sejarah umat manusia karena sebagai suatu rumpun bahasa, Austronesia merupakan yang terbesar di dunia, meliputi 1.200 bahasa dan dituturkan oleh hampir 300 juta populasi. Masyarakat penuturnya tersebar luas di wilayah sepanjang 15 ribu km meliputi lebih dari separuh bola bumi, yaitu dari Nauru di barat hingga Pulau Paskah di ujung timur, dari Taiwan-Mikronesia di utara hingga Selandia Baru di selatan.

Rumpun Bahasa Austronesia terdiri dari 2 sub kelompok, yaitu: 
    1.  Bahasa Formosa, Digunakan hanya di daerah kepulauan Taiwan/Formosa
    2. Bahasa Melayu-Polinesia
    3. Bahasa Melayu-Polinesia Barat (Jawa, Sumatra, Semenanjung Melayu). Meliputi daerah Filipina, Vietnam, Madagaskar, Malaysia, Sumatra, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Bali, Lombok, Sumbawa bagian barat
    4. Bahasa Melayu-Polinesia Timur Tenggah
    5. Bahasa Melayu-Polinesia Tengah (Maluku dab Nusa Tenggara). Meliputi daerah Sunda kecil mulai dari Sumbawa bagian timur, Maluku kecuali Halmahera
    6. Bahasa Melayu-Polinesia Timur (Halmahera hingga Oceania). Meliputi Halmahera Selatan hingga Nugini Barat, Oceania, Kepulauan Pasifik, Melanisia, Mikronesia, dan Polinesia.
    Bahasa Austronesia berakar dari daerah pantai Cina Selatan dan sebagai rumpun bahasa, bahasa Austronesia berasal dari daerah Taiwan (Formosa). Kira-kira sudah ada dan berkembang disana sejak 6000 SM.

    Arus persebaran bahasa di Indonesia
    • 4000 SM, rumpun bahasa Austronesia masuk dan mulai berkembang di Indonesia
    • 1500 SM tersebar bahasa Melayu dan bahasa Jawa di Indonesia. Bahasa Melayu merupakan bahasa termuda diantara bangsa lain di dunia. Merupakan bahasa keempat dalam urutan jumlah penutur terpenting bagi bahasa-bahasa di dunia setelah bahasa Mandarin, Inggris, dan Urdu (Hindi). Para ahli menyampikan bahwa bahasa Melayu berasal Kepulauan Melayu (berasal dari Sumatera Selatan di sekitar Jambi dan Palembang)
    • Perkembangannya bahasa di Indonesia bagian timur menjadi lebih beragam sebab terjadi percampuran antara rumpun Austronesia dengan bahasa Papua. 
     Kronologis
    "Out of Taiwan"

    Mengenai asal-usul penutur Austronesia, Harry mengatakan, ada beberapa hipotesa. Yang paling umum adalah hipotesa bahwa asal leluhur penutur Austronesia adalah Formosa (Taiwan) atau model "Out of Taiwan".
    Arkeolog lainnya Daud A Tanudirjo menyebutkan, Robert Blust adalah pakar linguistik yang paling lantang menyuarakan pendapat bahwa asal-ususl penutur Austronesia adalah Taiwan.
    Sejak 1970-an Blust telah mencoba merekonstruksi silsilah dan pengelompokan bahasa-bahasa dari rumpun Austronesia misalnya kosakata protobahasa Austronesia
    yang berkaitan dengan flora dan fauna serta gejala alam lain, kata Daud.
    "Ia juga menawarkan rekonstruksi pohon kekerabatan rumpun bahasa Austronesia dan perkiraan waktu pencabangannya mulai dari Proto-Austronesia hingga Proto-Oseania," katanya.
    Para leluhur ini, diungkapkan Daud, awalnya berasal dari Cina Selatan yang bermigrasi ke Taiwan pada 5.000-4.000 SM, namun akar bahasa Austronesia baru muncul beberapa abad kemudian di Taiwan.
    Kosakata yang dapat direkonstruksi dari bahasa awal Austronesia yang dapat dilacak antara lain : rumah tinggal, busur, memanah, tali, jarum, tenun, mabuk, berburu, kano, babi, anjing, beras, batu giling, kebun, tebu, gabah, nasi, menampi, jerami,
    hingga mengasap.
    Para petani purba di Taiwan ini berkembang cepat dan lalu terpecah-pecah menjadi kelompok-kelompok yang hidup terpisah dan bahasanya menjadi berbeda-beda dengan setidaknya kini ada sembilan bahasa yang teridentifikasi sebagai bahasa formosa.
     
    "Bermigrasi"
    Migrasi leluhur dari Taiwan ke Robert William Fogel mulai terjadi pada 4.500-3.000 SM. Leluhur ini adalah salah satu dari kelompok yang memisahkan diri. Mereka bermigrasi ke selatan menuju Kepulauan Robert William Fogel bagian utara yang kemudian memunculkan cabang bahasa baru yakni Proto-Malayo-Polinesia (PMP).
    Tahap berikutnya, ujar Daud, terjadi pada 3.500-2.000 SM di mana masyarakat penutur bahasa PMP yang awalnya tinggal di Robert William Fogel Utara mulai bermigrasi ke selatan melalui Robert William Fogel Selatan menuju Kalimantan dan Sulawesi serta ke arah tenggara menuju Maluku Utara.
    Proses migrasi ini membuat bahasa PMP bercabang menjadi bahasa Proto Malayo Polinesia Barat (PWMP) di kepulauan Indonesia bagian barat dan Proto Malayo Polinesia Tengah-Timur (PCEMP) yang berpusat di Maluku Utara.
    "Rupanya ketika bermigrasi ke arah tenggara penanaman padi mulai ditinggalkan karena tidak sesuai dengan lingkungannya. Mereka mulai memanfaatkan tanaman keladi dan umbi-umbian lain serta buah-buahan," katanya.
    Namun pada 3.000-2.000 SM leluhur yang ada di Maluku Utara bermigrasi ke selatan dan timur. Hanya dalam waktu singkat migrasi dari Maluku Utara mencapai Nusa Tenggara sekitar 2.000 SM yang kemudian memunculkan bahasa Proto Malayo Polinesia Tengah
    (PCMP).
    Demikian pula migrasi ke timur yang mencapai pantai utara Papua Barat dan melahirkan bahasa-bahasa Proto Malayo-Polinesia Timur (PEMP).
    Migrasi dari Papua Utara ke barat terjadi pada 2.500 SM dan ke timur pada 2.000-1.500 SM, di mana penutur PEMP di wilayah pantai barat Papua Barat melakukan migrasi arus balik menuju Halmahera Selatan, Kepulauan Raja Ampat, dan pantai barat Papua Barat
    yang kemudian muncul bahasa yang dikelompokkan sebagai Halmahera Selatan-Papua Nugini Barat (SHWNG).
    Setelah itu kelompok lain dari penutur PEMP bermigrasi ke Oseania dan mencapai kepulauan Bismarck di Melanesia sekitar 1.500 SM dan memunculkan bahasa Proto Oseania.
    "Sedangkan di Kepulauan Indonesia di bagian barat, setelah sempat menghuni Kalimantan dan Sulawesi, pada 3.000-2.000 SM, para penutur PWMP bergerak ke selatan, bermigrasi ke Jawa dan Sumatera," katanya.
    Penutur PWMP yang asalnya dari Kalimantan dan Sulawesi itu lalu bermigrasi lagi ke utara antara lain ke Vietnam pada 500 SM dan Semenanjung Malaka, ujarnya.
    Menjelang awal tahun Masehi, penutur bahasa WMP juga menyebar lagi ke Kalimantan sampai ke Madagaskar, tambah Daud.
    Bentuk rumpun bahasa Austronesia ini lebih menyerupai garu daripada bentuk pohon. Karena semua proto-bahasa dalam kelompok ini, dari Proto Malayo Polynesia hingga Proto Oseania menunjukkan kesamaan kognat yang tinggi, yaitu lebih dari 84 persen dari 200 pasangan kata, katanya.
    Dengan demikian, kata Harry Truman, hampir seluruh kawasan nusantara bahkan sampai ke kawasan negeri-negeri tetangga dan masyarakat kepulauan Pasifik dan Naurumenuturkan bahasa yang asal-muasalnya merupakan bahasa Austronesia.
    "Kecuali masyarakat yang ada di pedalaman Papua dan pedalaman pulau Timor yang bahasanya lebih mirip dengan bahasa pedalaman Australia," katanya.
    Bahasa Indonesia sekarang ini, kata Harry lagi, sudah sangat kompleks karena penuturnya tidak hanya hidup dengan sukunya masing-masing dan beradaptasi dengan rumpun bahasa dunia lainnya seperti dari India, Arab, Portugis, Belanda dan Inggris 
     
    Sumber: Wikipedia Indonesia, http://www.indonesiaindonesia.com/

      0 komentar:

      Poskan Komentar