Teori Evolusi: Bagaimana Memposisikan Adam

Penulisan ini saya dasarkan pada pengalaman seorang teman ketika sedang mengajar, ketika membahas menganai teori evolusi Darwin. Ada salah satu siswa yang bertanya, Bagaimana dengan Adam pak? Apakah Adam juga manusia purba?
Dalam kerangka Sains
Asal usul manusia menjadi wilayah bahasan sejarah untuk mengungkap awal peradaban manusia dimulai. Peradaban manusia dimuka bumi dikenal dengan adanya zaman sejarah dan prasejarah. Zaman sejarah diawali ketika manusia mengenal adanya tulisan. Sedangkan zaman prasejarah sebaliknya. Lalu bagaimanamanusia pertama yang menghuni zaman pra sejarah ?
Untuk mengetahui asal usul manusia, para ahli Paleo Antropologi mempelajari fosil-fosil tubuh manusia yang terkandung di dalam lapisan bumi. Mereka menyatakan kehidupan yang ada saat ini berasal dari kehidupan masa silam.

Adalah Charles R Darwin (1809-1892), Jean Baptisk Lamark (1744-1829), dan Sir Charles Luell (1797-1875) yang mengadakan rekonstruksi asal muasal kehidupan bernama manusia.
Dari hasil kajian mereka tersimpulkan adanya suatu evolusi yang menyertai peradaban awal manusia. Lamark mengungkapkan bahwa alam sekitar atau lingkungan mempengaruhi sifat-sifat sesuatu. Sifat-sifat yang didapat akan diwariskan kepada keturunannya. Organ yang digunakan akan berkembang, sedangkan yang tidak digunakan akan menyusut. Sedangkan Lyell mengatakan bahwa batu-batuan, pulau-pulau dan benua selalu mengalami perubahan, jadi dipengaruhi juga oleh lingkungan.

Sementara itu Darwin berdasarkan asumsi Lamark menyimpulkan hasil penelitiannya dengan mengklasifikasikan manusia satu kelas dengan binatang menyusui atau mamalia dari suku primata.

Pandangan Darwin tersebut dengan melihat ciri hewan mamalia yang memiliki persamaan dengan manusia seperti, mempunyai rambut/bulu yang menutupi tubuhnya, membesarkan anak dengan menyusui, mempunyai kulit kelenjar keringat, dan melahirkan anak.
Darwin juga membandingkan manusia dengan primata dengan simpulan memiliki persamaan seperti, mata menghadap kedeapan dengan pandangan lurus, kelenjar susu terletak pada dada, bentuk rahim simpleks.

Dari pembandingan tersebut, Darwin kemudian menyimpulkan manusia berasal dari kera yang karena beradaptasi dengan lingkungan akhirnya menjadi binatang yang sempurna bernama manusia. Menurutnya, hal itu terjadi karena individu-individu beradaptasi dengan lingkungan dengan cara terbaik, sehingga menurunkan sifat-sifat mereka pada generasi berikutnya. Sifat-sifat ini, kata Darwin, lambat laun terakumulasi dan mengubah individu menjadi spesies yang sama sekali berbeda dengan nenek moyangnya.

Itu teori evolusi Darwin yang membikin heboh dunia abad 19 hingga kini masih banyak yang mempercayainya.

Lalu bagaimana hubungan teori Darwin dengan keberadaan manusia purba?.
Mencari tahu tentang kehidupan awal manusia pada zaman dulu, secara lebih luas beserta kebudayaannya, dikenal melalui tiga cara. Yakni Tipologi, stratigrafi, dan kimiawi.
Dengan cara ini, akan ditemukan asal usul yang lebih luas dibanding hipotesanya teori evolusi Darwin. Dengan cara tipologi, ditentukan umur berdasarkan bentuk (tipe) benda peninggalan masa lalu. Dengan stratigrafi ditentukan suatu umur benda berdasarkan lapisan tanah, dan dengan kimiawi ditentukan umur dengan unsur carbon.

Bagaiman hasil penelitian para ahli tentang simpulan asal-usul manusia dan peradabannya ?. Banyak tafsir yang bervariasi. Yang jelas para ilmuwan membagi berbagai karakter manusia zaman dulu, dikenal dengan manusia purba, dengan wujud yang berubah-ubah hingga akhirnya berwujud seperti sekarang.

Pandangan tersebut didasarkan kepada sejumlah tulang belulang (fosil) yang setelah dilakukan penelitian dengan tiga cara tadi. Untuk manusia purba Indonesia misalnya, seorang ilmuwan Belanda Eugne Dubois pada 1890 menyimpulkan manusia purba Indonesia adalah berjenis phitecanthropus erectus (kera berjalan tegak), ditemukan di Trinil, Ngawi Jawa Timur. Manusia purba ini menurut Dubois memiliki volume otak 900 cc lebih banyak dari volume otak kera yang hanya 600 cc dan lebih sedikit dari manusia normal yang memiliki volume otak 1000 cc.
Sementara manusia purba yang dianggap tertua didunia, menurut para ahli ditemukan di Africa, diberi nama Nancy.

Menurut Islam
Soal manusia pertama, Islam dengan tegas menyebutnya Adam. Di dalam QS Al Hijr (15:26), Allah berfirman; "Dan sesungguhnya kami telah menciptakan manusia (Adam) dari tanah liat kering yang berasal dari lumpur hitam yang diberi bentuk,".

Selanjutnya dalam QS al Mukminun (23:12-14), Allah berfirman: "Dan sesungguhnya kami telah menciptakan manusia dari saripati (berasal) dari tanah. Kemudian kami jadikan saripati air mani (yang tersimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim). Kemudian air mani itu kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu kami bungkus dengan daging. Kemudian kami jadikan dia mahluk yang berbentuk lain.

Dapat disimpulkan bahwa cara pandang sains terhadap asal-usul manusia dan cara pandang agama harus ada pemisah yang jelas. Tidak perlu mempertentangkan antara sains dan agama

0 komentar:

Poskan Komentar