Perjuangan Pemuda Indonesia 1925-1928


kalau bicara dari perspektif jaman doeloe, golongan yang
paling aktif turut serta dalam memerdekakan Indonesia adalah kaum muda
yang ingin melepaskan generasinya dari belenggu kolonial-kapitalis
Belanda sementara sebagian golongan ‘tua’ cenderung lebih suka ‘in
status quo’ dengan sistem feudal yang dijaga Belanda.
Bicara sumpah pemuda yang dipelopori pemuda-pemuda pelajar di Jakarta
memang menarik karena di saat itulah semboyan “Unity” diperkenalkan.
Tapi apakah “persatuan” / unity virtue saja sudah cukup dan
signifikan ?

Ternyata tidak.
Menurut Prof. Sartono, pergerakan ke-Indonesia-an yang sebenarnya
lebih dinamis justru muncul dari Perhimpoenan Indonesia di kota Leiden
Negeri Belanda yang dipelopori Hatta cs dan melahirkan “Manifesto
Politik 1925″.

Manifesto Politik PI 1925 melahirkan tiga konsep, yakni:
unity (persatuan), equality (kesetaraan), dan liberty
Persatuan saja tidak cukup, persatuan membutuhkan kesetaraan dan
kemerdekaan untuk mencapai kesejahteraan Sosial yang seadil adilnya.
Persatuan tidak bisa abadi jika tidak ada keadilan. Persatuanpun tidak
mungkin ada tanpa ada kemerdekaan. Persatuan sebelum dan sesudah
Kemerdekaan jelas merupakan dua hal yang berbeda.

Sekilas, Manifesto Politik PI 1925 ini mirip-mirip dengan kebangkitan
kaum Borjuis Eropa melalui Revolusi Prancis yang terkenal dengan
semboyanya “Liberty, Equality, Fraternity”.

Hanya saja, sejarah dunia kemudian membuktikan bahwa ekonomi
Neo-Liberal yang mewabah dunia saat ini sekarang ini berasal dari
Liberalis yang menggunakan semboyan “Liberty” saja dan meninggalkan
wujud kesetaraan/equality dan Fraternity/persaudaraan.

Jika “Liberty” saja yang dicari (kemerdekaan melakukan apa saja
termasuk dalam hal ekonomi dan sosial), pada akhirnya akan
menghasilkan output yang kontradiktif dengan tiga semboyan awal yang
dikemudian hari menghasilkan ketidak adilan sosial dimana-mana
termasuk di Indonesia.

Dalam struktur Indonesia masa kini, “persatuan” atau unity saja jelas
tidak cukup, persatuan membutuhkan Liberty / kemerdekaan sekaligus
Egalitarian /Equality untuk menciptakan keadilan Sosial dan
Kesejahteraan untuk semua warga negara Indonesia.

Pada akhirnya persatuan hanya merupakan cara dan sebuah landasan
(politik), kesejahteraan bersama untuk setiap warga negara Indonesia
tanpa kecuali melalui keadilan sosial mungkin adalah tujuannya.
 
Berbagai sumber

0 komentar:

Poskan Komentar